stay tune @ 'green' GrandSlam

stay tune @ 'green' GrandSlam
JUN 21 - JUL 4
Tampilkan postingan dengan label IKF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IKF. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Mei 2010

International Keroncong Festival #2

|ditulis : Sunday, March 1, 2009 at 11:00pm|

"Asal Usul IKF-2008"

Ditengah mempersiapkan 'Konser Gesang unt Indonesia', satu setengah tahun lalu, mas Mursid, pimpinan SoloBigBand, 'rasan-rasan' kepada saya sebagai ketua panitia Peringatan Ulang Tahun Gesang yg ke-90, sudah saatnya Solo memiliki Grand Keroncong Orchestra.
Wah, sosok apa pula ini.....?
Saya yg bukan pemusik, bahkan seniman aja bukan, tentu sangat tidak terbayang dengan apa yg dimaksud mas Mursid Hananto sebagai 'Grand Keroncong Orchestra'.
Keyakinan saya hanyalah...sesuatu yg baru dan membanggakan bagi Solo, harus terjadi sebagai dharma bakti kami pada kota tercinta ini : Solo.

Belakangan diterangkan bahwa GrandKeroncongOrchestra itu adalah GrandOrchestra umumnya, terdiri dari 5(lima) 'section', ditambah KeroncongSection atau ComboKeroncong. Mudeng....! (Istilah khas Solo untuk 'paham' atau 'mengerti').

Diakhir acara 'Konser Gesang unt Indonesia', 9 September 2007, stadion Internasional Manahan Solo,walikota Solo Jokowi mencanangkan Solo sebagai Kota Keroncong (asal usulnya akan saya tampilkan di fb-notes yg akan datang). Nah sesaat setelah pak Wali turun dri panggung acara itu, berpesan kepada saya dan teman2 panitia Gesang 90Tahun, untuk membuat 'konser keroncong' yg 5X lebih 'heboh' dari malam itu, sebagai tindak lanjut pencanangan SoloKotaKeroncong......

Beberapa hari setelah itu, terlintas bagaimana kalau obsesi Mas Mursid Hananto 'dikawinkan' dgn 'perintah' pak Wali tersebut?
Adalah kami bertiga, saya-mas Mursid-dan mas Amat, berdiskusi di beberapa tempat wedangan/angkringan unt menggagas event keroncong yg heboh itu.

Hasil diskusi 'trio wok-wek-wok' (kebetulan saya yg paling langsing, saya representasi dari -wek-), melalui SoloKeroncongOrchestra kami berniat unt 'mem-Pusaka-kan' Keroncong di Solo.
Setelah kami gosok disana sini, sehingga akhirnya kami temukan 'pesan' yang akan disampaikan dalam event itu nanti.
Pesan itu adalah : 'Keroncong telah menyebar di dunia. Di Indonesia keroncong telah mengakar. Di Solo Keroncong di Pusaka-kan'.
Nama event?
Kami tetapkan sebagai : "International Keroncong Festival". Ketika kami presentasikan dihadapan Walikota Solo-Ir Jokowi dan Kepala Dinas2 Pemkot Solo terkait, dengan 'mata elang' pak Jokowi : menyambut gagasan/rencana ini untuk direalisasikan.
Sejak hari itu, sekitar awal 2008, pikiran dan hati kami tertuju pada terselenggaranya event ini........................

'International Keroncong Festival 2008'.
Saya didaulat sebagai Ketua Panitia.
Mas Mursid sbg MusicDirector
Mas Amat sbg ArtDirector

Kreatif di Tahun Kreatif (Kota Solo)

Hari ini sungguh saya dapat energi tambahan, justru dari harapan banyak kawan pada diri saya. Tapi bersamaan dengan itu muncul kekhawatiran, bisakah saya memenuhinya kali ini?
Seribu satu gagasan selalu bisa lahir dari saya, yg sulit adalah membuatnya menjadi fakta, karena itu berarti harus mendpt dukungan dari banyak pihak.

Dua harapan itu adalah :

Yang PERTAMA, berkaitan dengan International Keroncong Festival 2008, 4-6 Des 2008, Sitihinggil Keraton Surakarta, yg menghasilkan '5 Des sbg Hari Kebangkitan Keroncong Dunia' serta 'Sitihinggil sebagai Istana Keroncong Dunia'. Spirit event ini dibawa pulang para peserta ke daerah/negara masing2........
Salah satunya, saya kutipkan yg saya terima lewat milis :
........................"Kawan-2 di seluruh penjuru tanah air, hari ini (16/02/09) ada pementasan keroncong di Food Court BEC Bandung Jl. Purnawaman mulai jam 17.00 - 20.00 WIB dengan tema "KERONCONG IS BACK". Pementasan ini bisa terselenggara atas kerjasama BEC, Komunitas Cyber (KC), dan Lembaga Apresiasi Keroncong Bandung. Untuk itu kami tunggu kehadiran kawan-2, terimakasih "salam,-adi-.................................."
Selain itu, Adi juga menulis :
..................."Ngomongin IKF tentu tidak bisa lepas dari nama Pedhet Wijaya, maka dalam hal ini Pak Pedhet, andai ada IKF2 berikutnya tentu harus terlibat. Dan IKF sangat fenomenal, punya kontribusi besar kembali menghidupkan keroncong.
Oh ya Pak, saya bisa minta foto OK Johor. Ini tjroeng Edisi 7 kita angkat besar-2 IKF "..........................

Yg KEDUA, berkaitan dg alumni ITB. Sptnya mereka terkesan dg pementasan yg saya bertindak sebagai sutradara&penata tari pria, tahun 1978, sendrapurwa (gabungan sendratari dan wayang purwa). Pentas itu kalau boleh dibilang sebagai Kegilaan yang Logis. Gila krn dijaman itu dua aspek, sendratari&wayangPurwo berjalan sendiri2. Logis, krn hanya dg cara itu seluruh potensi PSTK-ITB (Perkumpulan Seni Tari & Karawitan Jawa) bisa disinkronkan dlm satu aktifitas.

Ketika pd beberapa hari lalu, di milis alumni ITB itu muncul gagasan unt buat aktifitas dlm rangka Ultah PSTK-ITB, munculah 'harapan' itu kepada saya dari Mas Prayoga, T.Mesin ITB, 74, skrng kerja di MEDCO..........berikut petikannya : "Sing pener wayangan lan jogedan.. bareng.. lha sutrodhoro-ne ki Pedhet Wijoyo nDanu.. wis ngono ae.. aku tak wiwit golek duik sumbangan, yo... mas Djokar, ndang digelak panityane.. Rahayuo Sagung Dumadi, ki djogonegoro"
Belum saya respon, karena........
Itulah harapan2 itu............
Tp mampukah saya kali ini?..........